Berita Utusan

Advertise

Belum Genap 10 Bulan Kok Rabat Jalan di Madiun Berantakan

Diposting oleh On Desember 31, 2016

Warga sedang melewati rabat yang sudah rusak
Kontruksi bangunan terlihat gripis dan hancur bagian atasnya “Alah mas, CV yo ngunu iku, malah rusak e wes ket sak wulan bar dibangun” ujar warga
Utusan Madiun - Belum genap 10 bulan, rabat jalan di Desa Duren Rt.05 Rw.01 Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun sudah berantakan. Kontruksi bangunan yang seharusnya masih kokoh, saat ini terlihat gripis dan hancur bagian atasnya.

Rabat jalan tersebut kabarnya merupakan proyek penunjukan langsung (PPL) yang digelontorkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Madiun. Dalam pengerjaanya, proyek diserahkan pada salah satu rekanan CV dan dilaksanakan pada Bulan 11 Tahun 2015 silam.

Warga menilai bangunan rabat jalan dari dana bantuan pemerintah yang digarap salah satu CV di Kabupaten Madiun ini terkesan asal-asalan. "Alah mas, garapan CV yo ngunu iku. Malah rusak e wes ket sak wulan bar dibangun (Alah mas, pengerjaan CV ya kayak gitu. Bahkan rusaknya sejak satu bulan setelah dibangun)." tutur salah satu warga yang tidak mau disebut namanya dengan raut muka masam. Terang saja, usut punya usut warga rupanya membandingkannya dengan rabat jalan garapan mereka sendiri.

Menurut Abul Djalal, salah satu tokoh masyarakat setempat, lebih dari dua tahun lalu, warga mendapatkan bantuan dana untuk merabat jalan gang masuk masjid dan pengerjaaannya dilakukan sendiri oleh warga tanpa menyewa tenaga CV. Hasilnya pun oke, rabat garapan mereka sampai kini masih kokoh dan bagus. Sementara rabat garapan CV yang baru selesei akhir Tahun 2015 lalu, sudah berantakan gak karuan.

Meski pemberitaan tentang kejadian sedikit terlambat, tidak dipungkri kerusakan rabat jalan ini memunculkan kejanggalan tersendiri. Bagaimana tidak, rabat yang seharusnya bisa bertahan lama, justru mengalami kerusakan sejak 1 bulan setelah selesai dibangun. Kalau seperti ini kualitas kontruksi bangunan memang layak dipertanyakan.

Saat ini sulit bagi masyarakat mengadu kemana. Disamping masa perbaikan sudah selesai, Dinas PU sendiri seakan tutup mata dengan realita tersebut. Awal saat kerusakan terlihat sebenarnya warga sudah melapor ke salah satu anggota Dewan Kabupaten Madiun. Namun sampai saat ini perbaikan tak kunjung dilakukan. (ieL)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »