![]() |
| Warga sedang melewati rabat yang sudah rusak |
Kontruksi bangunan terlihat gripis dan hancur bagian atasnya “Alah mas, CV yo ngunu iku, malah rusak e wes ket sak wulan bar dibangun” ujar warga
Utusan Madiun - Belum genap 10 bulan, rabat jalan di Desa
Duren Rt.05 Rw.01 Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun sudah berantakan.
Kontruksi bangunan yang seharusnya masih kokoh, saat ini terlihat gripis
dan hancur bagian atasnya.
Rabat jalan tersebut kabarnya
merupakan proyek penunjukan langsung (PPL) yang digelontorkan
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Madiun. Dalam pengerjaanya, proyek diserahkan
pada salah satu rekanan CV dan dilaksanakan pada Bulan 11 Tahun 2015 silam.
Warga menilai bangunan rabat jalan dari dana bantuan
pemerintah yang digarap salah satu CV
di Kabupaten Madiun ini terkesan asal-asalan. "Alah mas, garapan CV yo ngunu iku. Malah rusak e wes ket sak wulan bar
dibangun (Alah mas, pengerjaan CV ya kayak gitu. Bahkan rusaknya sejak satu
bulan setelah dibangun)." tutur salah satu warga yang tidak mau disebut
namanya dengan raut muka masam. Terang saja, usut punya usut
warga rupanya membandingkannya dengan rabat jalan garapan
mereka sendiri.
Menurut Abul Djalal,
salah satu tokoh masyarakat setempat, lebih dari dua tahun lalu, warga mendapatkan bantuan
dana untuk merabat jalan gang masuk masjid dan
pengerjaaannya dilakukan sendiri
oleh warga tanpa menyewa tenaga CV.
Hasilnya pun oke, rabat garapan mereka sampai kini masih kokoh dan bagus. Sementara rabat
garapan CV yang baru selesei akhir Tahun 2015 lalu, sudah berantakan gak
karuan.
Meski pemberitaan tentang kejadian sedikit terlambat,
tidak dipungkri kerusakan rabat jalan ini memunculkan kejanggalan tersendiri. Bagaimana tidak, rabat yang
seharusnya bisa bertahan lama, justru mengalami kerusakan sejak
1 bulan setelah selesai dibangun. Kalau
seperti ini kualitas kontruksi bangunan memang layak
dipertanyakan.
Saat ini sulit bagi masyarakat
mengadu kemana. Disamping
masa perbaikan sudah selesai, Dinas
PU sendiri seakan
tutup mata dengan realita tersebut. Awal saat kerusakan terlihat sebenarnya warga
sudah melapor ke salah satu anggota Dewan Kabupaten Madiun. Namun sampai saat
ini perbaikan tak kunjung dilakukan. (ieL)
