![]() |
| Caknun
Sedang membesuk Pasien RSUD Dr ISKAK Tulungagung |
RSUD dr.Iskak Rayakan HUT Ke-99, HUT Tulungagung ke-811, HKN dan Hari Pahlawan
Utusan
Tulungagung - Gawe
besar dilakukan oleh pimpinan dan karyawan RSUD dr Iskak Tulungagung pada
November lalu. Betapa tidak, dalam sebulan, rumah sakit milik Pemkab
Tulungagung itu menggelar tiga acara besar sekaligus.
Ketiga acara tersebut guna
memeriahkan hari jadi RSUD dr
Iskak ke-99,
HUT Kabupaten Tulungagung ke-811, serta memperingati Hari Kesehatan Nasional
(11/11) dan Hari pahlawan (10/11). Sedang rangkaian acara adalah seluruh
karyawan rumah sakit berziarah ke makam dr Iskak, apel budaya, dan
diskusi akbar bersama budayawan Emha Ainun Najib atau yang biasa disapa Cak
Nun.
Ziarah
ke makam dr Iskak dilakukan pihak rumah sakit guna mengenang jasa-jasa dr Iskak
sebagai pahlawan Tulungagng. Makam bertempat di pemakaman umum Kelurahan
Botoran, Kecamatan Tulungagung. Keesokan harinya, setelah
berziarah ke makam,
RSUD dr Iskak menggelar apel budaya yang juga diikuti seluruh karyawan.
Dibandingkan
dua kegiatan lainnya, apel budayalah yang terlihat unik dan jarang dilakukan
oleh RSUD lainnya. Apel dilaksanakan Rabu pagi (8/11) di halaman rumah sakit.
Saat apel berlangsung semua karyawan diwajibkan memakai pakaian adat, tidak
terkecuali dr Supriyanto Sp.B selaku direktur RSUD dr Iskak
yang memakai pakaian adat Kepulauan Riau.
Supriyanto mengaku, tidak hanya sebatas memakai baju adat, para karyawan juga dinilai dan mendapatkan hadiah bagi yang memenangkan perlombaan. “Karyawan saling berlomba dalam kegiatan ini. Sebab RSUD menyiapkan hadiah bagi pemenangnya. Mereka menunjukkan kekompakan kelompoknya. Satu lagi, meski ada kegiatan apel budaya, saya tegaskan pelayanan RSUD masih berjalan seperti biasanya,” ujar Supriyanto.
Supriyanto mengaku, tidak hanya sebatas memakai baju adat, para karyawan juga dinilai dan mendapatkan hadiah bagi yang memenangkan perlombaan. “Karyawan saling berlomba dalam kegiatan ini. Sebab RSUD menyiapkan hadiah bagi pemenangnya. Mereka menunjukkan kekompakan kelompoknya. Satu lagi, meski ada kegiatan apel budaya, saya tegaskan pelayanan RSUD masih berjalan seperti biasanya,” ujar Supriyanto.
Tidak
hanya saat apel, kewajiban memakai pakaian adat tetap berlangsung sampai jam
kerja habis. Mereka diwajibkan memakai pakaian adat meski sedang melayani
pasien. Inilah keunikannya. Selain untuk memperingati Hari Jadi dr Iskak ke-99
dan HUT Kabupaten Tulungagung ke-811 serta memperingati dua hari besar di bulan
November yang jatuh pada tanggal 10 dan 11, pelayanan bernuasa unik ini sengaja
dilakukan agar pasien merasakan suasana berbeda dan tidak jenuh.
Sekitar
dua minggu setelah gelaran apel budaya dilakukan,
tepatnya Senin
(28/11), RSUD dr Iskak menggelar kegiatan terakhirnya.
Yaitu
mengundang budayawan kondang Cak Nun yang dibuka untuk umum di halaman GOR
Lembupeteng, Tulungagung. Terlihat meriah, gelaran diskusi akbar dengan tema Sinau Bareng Nandur Kebecikan
bersama Cak Nun/Kyai Kanjeng dihadiri oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo,
Wakil Bupati Maryoto, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Supriyanto, dan ribuan
masyarakat Tulungagung. Mereka antusias mengikuti penampilan Kyai Kanjeng yang
dikomandoi suami Novia Kolopaking tersebut.
Senin
siang,
sebelum acara diskusi akbar digelar, Cak Nun terlihat menyempatkan
diri membesuk pasien rawat inap rumah sakit dr Iskak.
Budayawan kondang asal Jombang itu mendoakan mereka agar lekas sembuh. Cak Nun
yang mengenakan setelan kemeja-celana putih dan bersongkok lingkar disambut
hangat oleh Direktur RSUD dr Iskak Supriyanto dan langsung diarahkan menuju
sejumlah ruang rawat inap tempat pasien dirawat.
Kasi
Informsi dan Pemasaran RSUD dr Iskak Muchammad Rifa’i
menjelaskan, kedatangan Cak Nun membesuk pasien memang dijadwalkan. Harapannya
bisa memberikan efek terapi spiritualitas bagi pasien. Selain itu, dengan
datang langsung ke rumah, sakit
Cak Nun bisa mengetahui secara langsung peralatan medis yang dimiliki RSUD dr
Iskak.
“Beberapa ruang yang sempat dikunjungi Cak
Nun adalah ruang instalasi rawat inap anak (IRNA), instalasi care unit (ICU),
pavilium, dan instalasi rawat darurat. Di setiap ruangan beliau selalu menyempatkan berdoa buat pasien,” katanya. (iel)
