![]() |
| Warga memproduksi Kripik Tempe Trenggalek |
Utusan Trenggalek - Permintaan produk makanan
olahan keripik tempe khas asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terus
mengalami peningkatan selama tiga bulan terakhir.Permintaan datang dari para
pedagang oleh–oleh disepanjang jalan raya Trenggalek–Tulungagung atau tepatnya
di Dusun Kranding, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan.
Hal tersebut diungkapkan seorang pengusaha industri rumahan kripik tempe, Purwati (34), Kamis (20/10).Di tempat usaha Purwati, pada hari biasa omzet produksinya per hari rata–rata mencapai sekitar 20 kilogram kedelai atau sekitar 4.000 potong keripik tempe.
Hal tersebut diungkapkan seorang pengusaha industri rumahan kripik tempe, Purwati (34), Kamis (20/10).Di tempat usaha Purwati, pada hari biasa omzet produksinya per hari rata–rata mencapai sekitar 20 kilogram kedelai atau sekitar 4.000 potong keripik tempe.
“Volume produksi biasanya melonjak dua kali lipat saat menjelang lebaran atau libur panjang sekolah.Puncak produksinya menjelang Idul Fitri kemarin mencapai 30 kilogram kedelai perhari atau hampir 7.000 potong keripik tempe,” kata Purwati.
Sayang, peningkatan volume produksi yang biasanya diikuti kenaikan harga bahan baku keripik tempe serta bumbu dapur itu tidak banyak dinikmati para pengusaha rumahan industri makanan olahan.Menurut Purwati,selama ini yang lebih banyak menikmati dari selisih harga bahan baku adalah para pedagang eceran keripik tempe dibanding para pelaku usaha rumahan industri keripik tempe tersebut.
Purwati yang sudah enam tahun menggeluti usaha keripik tempe hanya salah satu dari puluhan lebih pemilik industri rumahan makanan olahan yang ada di Dusun Kranding, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.Dia berharap Pemerintahan Kabupaten Trenggalek lebih memperhatikan para pelaku usaha kecil menengah (UKM).Sebab selama ini para pelaku UKM kesulitan memperluas pemasaran ke luar Kabupaten Trenggalek karena terbentur masalah permodalan.
“Kami selalu kesulitan mengembangkan usaha ke daerah lain, sehingga lebih memilih memberikan perhatian kepada para pelanggan tetap. Seperti pedagang yang ada di sepanjang jalan raya Dusun Kranding,” jelasnya. (sar)
