![]() |
| Gus Hadi Ketua MUI Tulungagung |
Utusan Tulungagung - “Parpol (partai
politik) hari ini itu seperti bencong”, itulah penggalan kata yang terucap dari
bibir Gus Hadi, panggilan akrab KH Hadi Mahfudz pengasuh Ponpes Al-Hikmah Mlaten,
Kauman, Tulungagung.
Menurut Gus
Hadi yang juga menjabat Ketua MUI (Majlis Ulama Indonesia) Tulungagung, parpol
hari ini tak ubahnya seperti bencong yang suka memakai pakaian perempuan dan
takut pada realita.
Jika
digambarkan, lanjut Gus Hadi, partai cenderung takut bertarung saat pesta
demokrasi atau pemilu (pemilihan umum). Mereka selalu bersembunyi di balik nama-nama yang sudah berintegritas tinggi, bukannya
membentuk kader sendiri agar memiliki integritas dan bisa dicalonkan.
“Lihat saja,
di Jakarta hari ini banyak partai yang mengusung calon dari luar
anggota. Kan bencong namanya, gak berani tarung secara jantan. Padahal salah
satu dibentuknya partai bertujuan menggembleng agar anggotanya memiliki jiwa
nasionalis yang berintegritas dan sanggup memimpin negara,” ujar Gus Hadi.
Terlebih di Tulungagung,
menurut Gus Hadi, percaturan politik di kota marmer ini seperti menganut sistem ada gula ada semut. Sekiraya calon
dianggap menguntunkan, partai pasti beramai-ramai ngrubung calon tersebut. Bagaimanapun bentuk mekanismenya, toh pada
intinya partai tidak memiliki calon dari kadernya sendiri. Jikapun punya, yang
mereka sodorkan hanyalah sebatas kader yang siap menjadi wakil sang calon.
“Jadi mereka
bukan petarung. Seharusnya partai-partai itu punya calon sendiri, bukannya
mencari-cari calon yang menguntungkan partai. Saya menilai partai politik itu
seperti banci,” tambah Gus Hadi.
Melihat
realita ini Gus Hadi berharap, sebagai partai yang memperjuangkan kesejahteraan
rakyat. Jadilah partai politik yang sebenarnya, jangan jadi partai yang kayak
bencong. (ieL)
