Berita Utusan

Advertise

Siapa Berani Melawan Syahri (Bupati Tulungagung)?

Diposting oleh On Desember 30, 2016

Syahri dan para Penantangnya (Cover Tabloid Edisi 1)
Jika Ia Macung Lagi di Pilkada Februari 2018
Utusan TulungagungPemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung diperkirakan digelar Juli 2018. Waktu yang kurang 2 tahun lagi bukanlah lama. Bahkan beberapa calon sudah mulai pasang badan alias ancang-ancang untuk macung bupati.

Ya, genderang perang pilkada Tulungagung sudah ditabuh. Indikasinya, ada yang sudah menyusun tim meski masih skala kecil. Salah satunya H. Gatut Sunu Wibowo. Bos toko bangunan Romowijoyo itu membentuk tim survey untuk mengukur kepopuleran dan elektabilitasnya.

Ada juga yang bergerilya agar parpol mendukungnya dalam pilkada mendatang. Tak sedikit yang menyebar kaus bergambar calon ke masyarakat. Atau sudah menemui calon pemilik alias bergerilya. Semua bertujuan satu, kursi bupati Tulungagung.

Membincang tentang balon Bupati Tulungagung, nama Syahri Mulyo (bupati Tulungagung sekarang) paling sering disebut oleh masyarakat. Bisa dikatakan, saat ini, Syahri Mulyo merupakan kandidat terkuat. Ini bisa dimaklumi. Mengingat, banyak kelebihan Syahri dibandingkan dengan nama lainnya.

Apa saja kelebihan Syahri?

Pertama, ia merupakan pentahana alias incumbent. Diperkirakan, saat pilkada berlangsung, pria kelahiran Ngunut itu sudah tidak menjabat sebagai Bupati Tulungagung. Meski begitu, birokrasi masih berada di pegangan tangannya. Padahal suara birokrasi sangat “mewarnai” suara pilkada.

Kedua, Syahri selama lima tahun terakhir bergaul dengan warga Tulungagung. Istilahnya, ngeloni Tulungagung. Karena beraudiensi dengan warga maka ia tahu apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh mereka.

Kita tahu, bahwa di era ini, massa adalah raja. Artinya, massa bisa menjadikan seseorang menjadi raja. Asalkan, ia bisa memuaskan keinginan massa. Inilah kesempatan bagi Syahri untuk memenuhi keinginan warga Tulungagung. Jika ia berhasil menarik simpati warga, bukan tidak mungkin Syahri terpilih kali kedua menjadi Bupati Tulungagung.

Ketiga, putra daerah. Tidak bisa dipungkiri, isu ini yang digunakan Syahri dan Maryoto dalam pilkada lalu. Mereka menyatakan sebagai putra daerah. Dan kampanye tersebut sukses merebut simpati masyarakat saat itu.

Keempat, jaringan Syahri saat mengantarkan dirinya menjadi bupati dalam pilkada lalu, diperkirakan masih solid. Jika ada yang tak puas satu atau dua orang, masih tergolong wajar. Jaringan Syahri sangat militan saat itu.

Tentu masih banyak kelebihan Syahri Mulyo jika dibanding kandidat lain. Misalkan, saat ini, dirinya yang mengendalikan APBD Tulungagung. Ini merajuk stetmen anggota DPR RI Arteria Dahlan. Dalam orasi saat halal bihalal di rumah Gatut Sunu, ia mengatakan jika lawan pilkada terberat adalah pemegang kendali APBD. Rasanya, ini merujuk ke Syahri Mulyo.

Melihat banyak kelebihan Syahri, adakah yang berani tarung melawannya di pilkada 2018? Bisa dikatakan, Syahri Mulyo ibarat Superman yang sulit dikalahkan oleh lawan-lawannya.

Atau, jika pilkada disamakan dengan perang, maka Syahri memiliki segalanya. Seperti pasukan (yakni kader yang militan), amunisi (penggunaan dana APBD untuk mendukung program-programnya), strategi (dengan masih menjabat sebagai bupati, ia bisa menuntaskan visi dan misinya), dan lain sebagainya.

Syahri sendiri ketika dikonfirmasi, mengaku masih belum memikirkan pilkada. Ia konsentrasi menuntaskan tugas bupati hingga akhir jabatan. “Pilkada kan masih lama. Saya akan melaksanakan tugas-tugas saya dulu,” katanya saat dihubungi via SMS oleh Utusan Rakyat.

Ketika didesak lagi apakah akan macung atau tidak saat pilkada 2018, Syahri tetap mengatakan tugas sebagai bupati belum berakhir. Ia ingin menyelesaikan tugas tersebut dengan sebaik mungkin.

Meski begitu, tanda-tanda Syahri macung lagi di pilkada 2018 sudah terbaca. Seperti, kini beredar kaus yang bertuliskan; Bupatiku Syahri Mulyo, Lanjutkan. Belum diketahui siapa yang membuat kaus berwarna merah itu. Apakah instruksi Syahri atau bukan? Namun kaus tersebut sudah beredar meski mungkin jumlahnyaa tidak begitu banyak.

Saat mengunjungi pembangunan kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Pakel, Syahri bertemu dengan sejumlah kepala SD. Syahri pun berujar; “Jangan lupa saya yang menandatangani SK pengangkatan Anda semua.” Ucapaan itu dibalas oleh para kepala SD. “Inggih Pak. Kami tak akan lupa.” Lantas, Syahri berfoto bersama para kepala SD.

Begitu juga saat Ny Wiwik Syahri dan Bunda Siuk Maryoto ke Balai Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, saat sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Ny Wiwik berpesan ke sejumlah orang bahwa dirinya masih nyaman berpasangan dengan Bunda Siuk Maryoto. “Jangan lupa, kami masih terus berpasangan lho…,” kata Ny Wiwik Syahri.

Mereka kah Lawan Syahri…?

Memang partai politik belum membuka pendaftaran untuk calon bupati dan wakil bupati. Namun sejumlah orang menyatakan siap macung Bupati Tulungagung pada 2018 mendatang. Diantara beberapa tokoh tersebut adalah:

Ir. H. Alfa Isnaeni M.SI

Alfa, merupakan salah satu tokoh pemuda Tulungagung yang saat ini menjabat Kepala Satuan Kordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Indonesia. Sekarang, Alfa berniat untuk macung (mencalonkan diri) di Pilkada 2018 mendatang.

Pernyataan di muka umum memang belum pernah dia lakukan. Namun saat Utusan Rakyat melakukan wawancara dengannya, ia mengatakan siap mengikuti pertarungan politik di pilkada 2018 nanti.

Alfa juga mengatakan, masih belum bisa menentukan akan macung  sebagai balon Bupati atau Wakil Bupati. Namun jika ada kesempatan macung sebagai balon Bupati, ia akan mengambilnya. “Saya masih belum memutuskan memilih yang mana, tapi kalau ada kesempatan menjadi balon Bupati mengapa tidak?” ucap Alfa.

Menurut alfa, ada banyak hal yang harus dibenahi pada pemerintahan saat ini, salahsatunya di bidang perekonomian. “Hari ini, masyarakat dibenturkan dengan perputaran ekonomi yang semakin menyudutkan mereka. Mereka harus betul-betul diperhatikan dan dipenuhi hak-haknya. Jangan sampai ada kebijakan yang menyusahkan rakyat” ujarnya.

Masalah inilah yang mendorong hati Alfa berkeinginan maju sebagai balon di pilkada 2018 nanti agar Tulungangung menjadi kabupaten yang sejahtera dan bermartabat.

Sekilas tentang Alfa. Pada tahun 2014 lalu, ia sempat menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Partai Gerindra, meski akhirnya harus gagal menjadi anggota DPR-RI saat itu.

Bagi Alfa, kegagalan bukanlah perkara yang harus disesali. Sebab Alfa menganggap, kegagalan adalah bentuk jawaban dari Tuhan bahwa ia memang belum kuat menerima amanah itu. “Kegagalan adalah hal yang wajar dalam segala urusan, tinggal kita bagaimana menyikapinya. Jika kita faham pelajaran apa yang ada dibalik kegagalan itu, tentu mental kita akan selalu siap saat menemui sebuah kegagalan,” ujar Alfa dengan nada tenang.

Alfa juga mantan anggota DPRD Tulungagung periode 1999-2004 dan 2004-2009. Selama menjabat dua periode wakil rakyat dari PKB ini, Alfa mengetahui perbagai permasalahan di Tulungagung.

H. Gatot Sunu Wibowo

Tentu sebagian dari kita taka asing dengan nama Gatut Sunu Wibowo atau yang akrab dipanggil Gatut. Dia seorang pengusaha sukses, pemilik toko bangunan ternama Ditulungagung. Selain itu, usaha yang dimiliki Gatut juga bergerak di bidang kesehatan.

Akhir-akhir ini, nama Gatut mulai terdengar setelah baliho-baliho kecil bertuliskan namanya tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Tulungagung. Pasca tersebarnya baliho-baliho kecil di Tulungagung, perbincangan masyarakat tentang Gatut pun dimulai. Gatut diisukan akan macung di Pikada 2018. Benarkah demikian?

Saat Reporter Utusan Rakyat menemuinya di toko tempat biasa ia bekerja, Gatut mengamini adanya isu tersebut. Bahkan ia sudah membentuk tim untuk melangkah ke pilkada 2018. “Memang ada niatan ke arah sana, namun inikan masih sangat jauh untuk menentukan keputusan,” ujarnya  ramah.

Disinggung tentang rencananya akan memilih jadi Balon Bupati atau sebagai Wakilnya, ia mengatakan masih belum menentukan hal itu, terlebih menentukan partai mana yang akan merekomndasikannya. “Namanya juga politik, setiap saat bisa berubah. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya.” Kata Gatut.

Masih menurut Gatut, Saat ini langkah awal yang dilakukannya masih sebatas menjalin tali silaturahim dengan tokoh dan masyarakat Tulungagung. Baginya, bukan tidak mungkin masih ada masyarakat Tulungagung yang belum mengenal dirinya. “Saat ini kita berusaha membangun silaturahim dengan semua pihak tanpa terkecuali, terutama dengan masyarakat menengah ke bawah,” ujar Gatut.

Ia juga mengatakan, tujuan utamanya macung dipilkada nanti hanya ingin berjuang bersama masyarakat dalam membangun perekonomian agar lebih maju lagi. “Sebagai rakyat Tulungagung, saya memahami, masyarakat butuh perubahan yang signifikan. Atas dasar itulah dibutuhkan perjuangan untuk membantu rakyat. Jika nanti saya berkesempatan mengemban amanah rakyat, insyalloh saya akan menjalankannya dengan baik,” ujarnya.

Supriyono (Ketua DPRD Tulungagung)

Mas Pri, panggilan akrab Supriyono, merupakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung saat ini. Selain menjadi Ketua DPRD, ia juga menjabat sebagai ketua partai DPC Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P).

Saat ini karir politik Mas Pri di Kabupaten Tulungagung memang mencapai puncak. Oleh karenanya, saat ditanyai kabar tentang dirinya yang akan mencalonkan diri menjadi Bupati Tulungagung, ia mengaku memang berniat macung di pilkada 2018 nanti.

Kekuatan Mas Pri di pilkada 2018 boleh dibilang sama dengan Syahri, sama-sama menguasai peta dan dikenal banyak orang. Hanya saja pertarungan keduanya justru akan terjadi di internal partai PDI-P sendiri. Sebab, antara Syahri dan Mas Pri, sama-sama menjadi kader PDI-P sehingga partai akan memilih, siapa yang bakal di usung PDI-P dalam pilkada 2018 lalu.

Namun terlepas dari kebijakan partai, atas nama pribadi Supriyono mengatakan sudah sangat wajar jika ia bergeser mencalonkan diri sebagai bupati. Sebab dirinya termasuk senior di partainya. Karir politiknya pun sudah mencapai puncak di Tulungagung.

“Saya sudah lama berkecimpung di dunia politik Tulungagung, tentu sangat wajar jika setelah lama menjadi Ketua DPRD Tulungagung. Periode depan saya berpindah macung bupati,” ujar Mas Pri saat ditemui di kantor partainya.

Namun di sisi lain Mas Pri menegaskan, macungnya dirinya di Pilkada 2018 tentu harus berdasarkan restu dari partai. Tanpa restu itu, ia tidak akan mencalonkan dirinya di pilkada nanti. “Saya orang partai, jadi kepastiannya bagaimana tergantung irama partai,” tegasnya.

Maryoto Birowo (Wabub Tulungagung)

Berbeda Supriyono, Sikap kehati-hatian justru diperlihatkan Maryoto Birowo saat ditanya Reporter Utusan Rakyat terkait persiapan Pilkada 2018 mendatang. Menurut pria yang kini menjabat Wakil Bupati Tulungagung itu, pertarungan dua tahun mendatang bakal seru. Karena banyak calon kuat yang bakal bertanding.

Maryoto mengatakan siap maju untuk kali kedua. Tentu jika dirinya masih memenuhi persyaratan. Ia mengatakan, untuk menjadi pemimpin dibutuhkan kompetensi dan fisik yang baik. Ini seperti pengalaman yang dialaminya selama ini.

Namun begitu, Maryoto menyatakan tidak ingin macung sebagai bupati. Ia tetap memilih jadi wakilnya saja. Bagi dia, bupati biarlah yang lebih muda, sebab pemuda memiliki tenaga dan fisik yang masih memungkinkan.

Ia mengatakan, dibutuhkan kompetensi dan fisik yang kuat untuk menjadi bupati. Kompetensi, semisal pengetahuan yang luas. Karena yang ditemui dari berbagai kalangan. Sedangkan fisik juga harus prima. Sebab, waktu kerja nyaris 24 jam. Siap kapanpun saat dibutuhkan warga.

Didesak, apakah bakal terus bergandengan tangan dengan Syahri Mulyo pada pilkada mendatang, Maryoto menjawab diplomatis. Menurutnya, masih terlalu dini membahas Syahri-Maryoto (Sahto) Jilid II.Sebab, pilkada masih dua tahun lagi. Dalam kurun dua tahun, perubahan bisa saja terjadi.

“Masih lama Mas. Dinamika politik selama dua tahun ke depan masih memungkin banyak hal terjadi. Saya menunggu perkembangan saja. Namun begitu, juga bukan hal mustahil jika Sahto jilid II terwujud,” kata Maryoto saat ditemui di rumah dinas wakil bupati Jalan Yos Sudarso belum lama ini. (ieL)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »