Berita Utusan

Advertise

Ma Darul Falah Sumbergempol, Tulungagung, Berbasis Al Quran dan Kitab Kuning

Diposting oleh On Desember 30, 2016

Siswa saat berangkat belajar Al Quran
Oleh   : Nu’manul Basir, Kepala Madrasah Darul Falah, Bendiljati Kulon
Utusan Tulungagung - Ada pemandangan berbeda saat berkunjung ke area Madrasah Aliyah Darul Falah (MA DF) di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Pada pagi hari, Anda akan mendengarkan para siswa melantunkan bacaan al-Quran dengan merdunya.

Mereka tidak hanya membaca, namun menghafalkan. Memang madrasah yang baru berdiri sekitar dua tahun ini memiliki visi yang tidak biasa. Yaitu; “Terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berakhlaq Qurani, serta unggul dalam prestasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan”. Untuk mewujudkan visi tersebut diselenggarakanlah model pendidikan yang memadukan pendidikan formal dengan pesantren. Jika kurikulum di MAN lebih banyak mata pelajaran umum dibanding mata pelajaran agama, maka di MA Darul Falah keduanya cukup berimbang.

MA Darul Falah merupakan salah unit pendidikan di bawah Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah yang paling muda karena berdiri tepat pada tahun ajaran 2014/2015. Secara geografis madrasah ini berada sekitar 5 Km arah timur dari pusat kota Tulungagung, tepatnya di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol.

Pendirian madrasah ini merupakan realisasi dari keinginan para tokoh setempat untuk memiliki sekolah yang mampu membekali anak didiknya ilmu agama yang mumpuni di samping juga ilmu umum. KH Munawar Zuhri yang diamanahi untuk merealisaikannya, bertidak cepat sehingga pada 2014 MA Darul Falah dapat didirikan. Bahkan tak lama setelah pendirian Kemenag menerbitkan izin operasional untuk madrasah ini.

Kurikulum Boarding School yang Terpadu
Al Quran dan kitab kuning merupakan nuansa khas MA Darul Falah. Hal ini dikarenakan kurikulum MA Darul Falah tak dapat dilepaskan dari Madrasah Diniyah Darul Falah dan pengajian Al Quran di Pondok Pesantren Darul Falah. Ketiganya saling terkait meski memiliki struktur kepengurusan berbeda. Siswa yang masuk pada kelas X MA Darul Falah maka secara otomatis ia masuk kelas I Madrasah Diniyah Darul Falah. Untuk mendukung kesuksesan perjalanan kurikulum tersebut maka para siswa diharuskan tinggal di pondok pesantren yang masih satu komplek dengan MA Darul Falah.

Sesuai dengan visinya, pengajaran di MA Darul Falah berbasis Al Quran dan Kitab Kuning. Pada dua jam awal pembelajaran hampir setiap hari para siswa membaca dan menghafal Al Quran.Untuk mendukung kemampuan bacaan dan hafalan Al Quran, para siswa diwajibkan mengikuti pengajian Al Quran setiap usai salat subuh. Disediakan alokasi waktu khusus bagi siswa yang berminat menghafalkan 30 Al Quran. Dan untuk mendukung kemampuan kitab kuning, semua pelajaran berbasis agama mulai fiqih, tafsir, hadith, akhlaq, SKI, nahwu, sharaf, ilmu kalam memakai kitab kuning. Kurikulum kitab kuning ini terintegral dengan Madrasah Diniyah Darul Falah.

Selain mendesain kurikulum serta untuk menjaga kualitas pendidikan, MA Darul Falah juga mendatangkan pengajar yang berkompeten di bidangnya. Misalnya, Pendidikan Al Quran langsung di-handle oleh pengasuh pondok, penguasaan kitab kuning diajar oleh alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang memang terkenal nahwu sharafnya, penguasaan Bahasa Arab digembleng oleh alumni Pondok Modern Gontor yang masyhur dengan bahasanya.

Life Skill
Meski mengedepankan aspek keilmuan agama, MA Darul Falah tetap mempersiapkan siswanya agar tetap mahir berbagai keterampilan sebagai bekal kelak mereka hidup di tengah masyarakat. Untuk itulah MA Darul Falah memberikan keterampilan teknik elektro untuk siswa putra. Keterampilan ini lebih bersifat praktis daripada teoritis, sehingga para siswa langsung praktek di lapangan. Berbagai alat elektronik seperti sterika, kipas angin hingga mesin cuci dibendah dan dibenahi oleh para siswa. Dengan harapan siswa mampu langsung mengaplikasikan kemampuannya.

Untuk putri diberi pelatihan keterampilan menjahit dan desain pakaian. Mereka telah mampu mendemonstrasikan menjahit baju dalam waktu duapuluh menit dihadapan ratusan pasang mata. (ieL)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »