![]() |
| Siswa saat berangkat belajar Al Quran |
Oleh : Nu’manul Basir, Kepala Madrasah Darul Falah, Bendiljati Kulon
Utusan Tulungagung - Ada pemandangan berbeda saat berkunjung ke area Madrasah Aliyah
Darul Falah (MA DF) di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten
Tulungagung. Pada pagi hari, Anda akan mendengarkan para siswa melantunkan
bacaan al-Quran dengan merdunya.
Mereka tidak hanya membaca, namun menghafalkan. Memang madrasah
yang baru berdiri sekitar dua tahun ini memiliki visi yang tidak biasa. Yaitu;
“Terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berakhlaq Qurani, serta unggul
dalam prestasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan”. Untuk mewujudkan visi
tersebut diselenggarakanlah model pendidikan yang memadukan pendidikan formal
dengan pesantren. Jika kurikulum di MAN lebih banyak mata pelajaran umum dibanding
mata pelajaran agama, maka di MA Darul Falah keduanya cukup berimbang.
MA Darul Falah merupakan salah unit pendidikan di bawah Yayasan
Pondok Pesantren Darul Falah yang paling muda karena berdiri tepat pada tahun
ajaran 2014/2015. Secara geografis madrasah ini berada sekitar 5 Km arah
timur dari pusat kota Tulungagung, tepatnya di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan
Sumbergempol.
Pendirian madrasah ini merupakan realisasi dari keinginan para
tokoh setempat untuk memiliki sekolah yang mampu membekali anak didiknya ilmu
agama yang mumpuni di samping juga ilmu umum. KH Munawar Zuhri yang diamanahi
untuk merealisaikannya, bertidak cepat sehingga pada 2014 MA Darul Falah dapat
didirikan. Bahkan tak lama setelah pendirian Kemenag menerbitkan izin
operasional untuk madrasah ini.
Kurikulum Boarding School yang Terpadu
Al Quran dan kitab kuning merupakan nuansa khas MA Darul Falah.
Hal ini dikarenakan kurikulum MA Darul Falah tak dapat dilepaskan dari Madrasah
Diniyah Darul Falah dan pengajian Al Quran di Pondok Pesantren Darul Falah.
Ketiganya saling terkait meski memiliki struktur kepengurusan berbeda. Siswa
yang masuk pada kelas X MA Darul Falah maka secara otomatis ia masuk kelas I
Madrasah Diniyah Darul Falah. Untuk mendukung kesuksesan perjalanan kurikulum
tersebut maka para siswa diharuskan tinggal di pondok pesantren yang masih satu
komplek dengan MA Darul Falah.
Sesuai dengan visinya, pengajaran di MA Darul Falah berbasis Al
Quran dan Kitab Kuning. Pada dua jam awal pembelajaran hampir setiap hari para
siswa membaca dan menghafal Al Quran.Untuk mendukung kemampuan bacaan dan
hafalan Al Quran, para siswa diwajibkan mengikuti pengajian Al Quran setiap
usai salat subuh. Disediakan alokasi waktu khusus bagi siswa yang berminat
menghafalkan 30 Al Quran. Dan untuk mendukung kemampuan kitab kuning, semua
pelajaran berbasis agama mulai fiqih, tafsir, hadith, akhlaq, SKI, nahwu,
sharaf, ilmu kalam memakai kitab kuning. Kurikulum kitab kuning ini terintegral
dengan Madrasah Diniyah Darul Falah.
Selain mendesain kurikulum serta untuk menjaga kualitas
pendidikan, MA Darul Falah juga mendatangkan pengajar yang berkompeten di
bidangnya. Misalnya, Pendidikan Al Quran langsung di-handle oleh
pengasuh pondok, penguasaan kitab kuning diajar oleh alumni Pondok Pesantren
Lirboyo yang memang terkenal nahwu sharafnya, penguasaan Bahasa Arab digembleng
oleh alumni Pondok Modern Gontor yang masyhur dengan bahasanya.
Life Skill
Meski mengedepankan aspek keilmuan agama, MA Darul Falah tetap
mempersiapkan siswanya agar tetap mahir berbagai keterampilan sebagai bekal
kelak mereka hidup di tengah masyarakat. Untuk itulah MA Darul Falah memberikan
keterampilan teknik elektro untuk siswa putra. Keterampilan ini lebih bersifat
praktis daripada teoritis, sehingga para siswa langsung praktek di lapangan.
Berbagai alat elektronik seperti sterika, kipas angin hingga mesin cuci
dibendah dan dibenahi oleh para siswa. Dengan harapan siswa mampu langsung
mengaplikasikan kemampuannya.
Untuk putri diberi pelatihan keterampilan menjahit dan desain
pakaian. Mereka telah mampu mendemonstrasikan menjahit baju dalam waktu
duapuluh menit dihadapan ratusan pasang mata. (ieL)
