Berita Utusan

Advertise

Puncak HUT Tulungagung ke-811

Diposting oleh On Desember 30, 2016

Warga Berebut Tumpeng

Utusan Tulungagung - Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-811 dilakukan Bersih Nagari pada Jumat (18/11). Acara tersebut diawali dengan upacara Hari Jadi di halaman Kantor Pemkab Tulungagung oleh para karyawan dan karyawati Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kemudian dilanjutkan kirap dengan kendaraan tradisional becak  bersama para kepala desa/lurah. Semuanya berpakaian adat Jawa, pasukan pengawal, iringan drumband tradisional, buceng lanang dan buceng wadon, pengiring para penari untuk mengantarkan panji lambang Kabupaten Tulungagung menuju Pendopo kabupaten. 

Hari Jadi kali ini bertemakan; Melalui Hari Jadi Tulungagung ke-811 Kita Tingkatkan Kerja Nyata untuk Mewujudkan Optimalisasi Pelayanan Publik dan Kemandirian Daerah. Tampak hadir Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE MSi, Wakil Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo MM, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono SE MSi, Kapolres, Dandim dan ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.

Setelah penyerahan panji kebesaran Lambang Tulungagung, dilanjutkan seremoni, pembukaan, pembacaan sejarah Hari Jadi Tulungagung, pembacaan doa hajatan Jawa, Ngujubne, sambutan Bupati Syahri Mulyo, doa, kembul bujono dan paripurna.

Penetapan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung pada 18 November berdasarkan Prasasti Lawadan yang ditemukan di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat. Di candi tersebut bertuliskan 18 November 1205. Prasasti dikeluarkan atas perintah Raja Sri Kertajaya yang kala itu merasa berkenan atas kesetiaan warga tani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha.

Sebelum tahun 2003, perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung dilakukan setiap 1 April dengan sumber Candrasengkala Memet yang terdapat sepasang arca Dwarapala. Arca tersebut berada di setiap jalan pintu masuk Kota Tulungagung yang bertuliskan tahun Jawa 1752 atau 1824 Masehi. Namun karena ada peninjauan kembali dan kemudian disahkan dalam Perda Kabupaten Tulungagung Nomor : 27/2002 Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ditetapkan 18 November 1205.

Bupati Syahri Mulyo mengajak warga Tulungagung untuk bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa atas anugerah yang diberikan, sehingga masyarakat bisa ikut memperingati Hari Jadi Tulungagung ke-811. Peringatan ini diharapkan mampu membuat masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem mulyo lan tinoto.

Setelah acara usai tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk direbutkan warga. Mereka berebut untuk mendapat tumpeng dan aneka buah-buahan yang tersaji dalam gunungan tumpeng di halaman luar pendopo kabupaten.

Tak hanya orang dewasa yang memperebutkan tumpeng yang dinamakan tumpeng lanang (lelaki) dan tumpeng wadon (perempuan) tersebut, tetapi orang tua dan anak-anak juga terlihat saling berebut mendapatkannya. Sebagian warga Tulungagung masih percaya jika tumpeng-tumpeng yang disajikan itu bertuah. Karena itu mereka rela saling berebut untuk mendapatkannya kendati harus berdesak-desakan. (tur)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »