![]() |
| Warga Berebut Tumpeng |
Utusan
Tulungagung - Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-811
dilakukan Bersih Nagari pada Jumat (18/11). Acara tersebut diawali dengan
upacara Hari Jadi di halaman Kantor Pemkab Tulungagung oleh para karyawan dan
karyawati Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kemudian dilanjutkan kirap dengan
kendaraan tradisional becak bersama para kepala desa/lurah. Semuanya
berpakaian adat Jawa, pasukan pengawal, iringan drumband tradisional, buceng
lanang dan buceng wadon, pengiring para penari untuk mengantarkan panji lambang
Kabupaten Tulungagung menuju Pendopo kabupaten.
Hari
Jadi kali ini bertemakan; Melalui Hari
Jadi Tulungagung ke-811 Kita Tingkatkan Kerja Nyata untuk Mewujudkan
Optimalisasi Pelayanan Publik dan Kemandirian Daerah. Tampak hadir Bupati
Tulungagung Syahri Mulyo SE MSi, Wakil Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo
MM, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Supriyono SE MSi, Kapolres, Dandim dan
ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Setelah
penyerahan panji kebesaran Lambang Tulungagung, dilanjutkan seremoni,
pembukaan, pembacaan sejarah Hari Jadi Tulungagung, pembacaan doa hajatan Jawa,
Ngujubne, sambutan Bupati Syahri Mulyo, doa, kembul bujono dan paripurna.
Penetapan
Hari Jadi Kabupaten Tulungagung pada 18 November berdasarkan Prasasti Lawadan
yang ditemukan di Desa Wates, Kecamatan Campurdarat. Di candi tersebut
bertuliskan 18 November 1205. Prasasti dikeluarkan atas perintah Raja Sri
Kertajaya yang kala itu merasa berkenan atas kesetiaan warga tani Lawadan
terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha.
Sebelum
tahun 2003, perayaan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung dilakukan setiap 1 April
dengan sumber Candrasengkala Memet yang terdapat sepasang arca Dwarapala. Arca
tersebut berada di setiap jalan pintu masuk Kota Tulungagung yang bertuliskan
tahun Jawa 1752 atau 1824 Masehi. Namun karena ada peninjauan kembali dan
kemudian disahkan dalam Perda Kabupaten Tulungagung Nomor : 27/2002 Hari Jadi
Kabupaten Tulungagung ditetapkan 18 November 1205.
Bupati
Syahri Mulyo mengajak warga Tulungagung untuk bersyukur pada Tuhan yang Maha
Esa atas anugerah yang diberikan, sehingga masyarakat bisa ikut memperingati
Hari Jadi Tulungagung ke-811. Peringatan ini diharapkan mampu membuat
masyarakat Tulungagung yang ayem tentrem mulyo lan tinoto.
Setelah
acara usai tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk direbutkan
warga. Mereka berebut untuk mendapat tumpeng dan aneka buah-buahan yang tersaji
dalam gunungan tumpeng di halaman luar pendopo kabupaten.
Tak hanya orang dewasa
yang memperebutkan tumpeng yang dinamakan tumpeng lanang (lelaki) dan tumpeng
wadon (perempuan) tersebut, tetapi orang tua dan anak-anak juga terlihat saling
berebut mendapatkannya. Sebagian warga Tulungagung masih percaya jika tumpeng-tumpeng yang
disajikan itu bertuah. Karena itu mereka rela saling berebut untuk
mendapatkannya kendati harus berdesak-desakan. (tur)
