![]() |
| Lokasi Gunung Kawi |
Utusan Tulungagung - Ritual pesugihan di Gunung Kawi memang terkenal. Entah
fakta atau tidak, yang pasti ritual pesugihan ini tengah banyak dilakukan oleh
masyarakat. Tidak hanya dari Indonesia,
gunung yang berada di wilayah Malang, Jawa Timur, ini kerap kali didatangi
para peziarah dari negara tetangga hanya untuk melakukan suatu laku dan ritual mencari pesugihan.
Gunung Kawi merupakan salah satu gunung berapi yang ada di Indonesia, tepatnya
berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebagai salah
satu tempat wisata andalan di Malang, gunung yang memiliki ketinggian lebih
dari 2.500 meter dibawah permukaan laut tersebut memang cukup ramai dikunjungi
masyarakat luas. Entah apa mereka hanya berniat sekedar berekreasi, atau memang
untuk berziarah di makam yang terletak di obyek wisata tersebut.
Konon, makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir
salah satu wali di Indonesia. Menurut kabar yang beredar, wali tersebut
terkenal dengan nama Eyang RM. Imam Sudjono dan Kyai Zakaria yang kemudian
akrab disebut dengan Eyang Sujo dan Eyang Jugo.
Tak banyak sumber sejarah yang meriwayatkan kehidupan beliau,
salah satu sumber sejarah yakni berupa buku yang ditulis oleh Soeryowidagdo
mengungkapkan bahwa beliau berdua merupakan pengikut pangeran Diponegoro yang
kemudian mengasingkan diri di wilayah Kawi akibat tertangkap dan diasingkannya
Pangeran Diponegoro. Seiring dengan berjalannya waktu, kedua makam ini kemudian
sering dikunjungi umat islam untuk sekedar berziarah. Namun selain itu, tidak
sedikit pula dari mereka yang datang dengan niatan mencari pesugihan. Percaya
atau tidak, inilah yang banyak dikatakan oleh masyarakat luas.
Pada hari-hari tertentu, seperti tiap 12 Suro dan hari Jumat legi
yang diyakini sebagai hari dimana Eyang Jugo meninggal, atau dalam bahasa
jawanya disebut “geblak”, akan
terlihat banyak peziarah berdatangan, bahkan lebih ramai dari hari-hari
biasanya. Sebab hari-hari tersebut dikenal sebagai waktu yang sakral untuk
melakukan ritual-ritual tertentu.
Sebagaimana makam-makam keramat pada umumnya terdapat juru kunci
yang biasa membimbing dan memberikan informasi bagi para pegunjung. Melalui
juru kunci Inilah para pengunjung mengetahui bagaimana cara melakukan
ritualnya.
Konon dalam ritual pesugihan terdapat banyak syarat dan ketentuan
dengan konsekwensi keberhasilan maupun kegagalan. Pada umumnya ritual yang
biasa dilakukan harus mempersembahkan sesaji berupa minyak jafaron, minyak
misik, apel, kembang setaman, nasi kuning, apel jin, dan lain sebagainya.
Bahkan para pelaku ritual yang ekstrim akan menyajikan ayam cemani, burung
gagak berwarna hitam, dan sesuatu yang lain untuk mewujudkan keinginan
mendapatkan pesugihan gunung kawi.
Selain itu, terdapat kepercayaan tentang keramatnya pohon yang
berada di sekitar makam yang kerap disebut dengan pohon dewandaru. Dari pohon
inilah yang kemudian diyakni memiliki fungsi sebagai penglaris dan mendatangkan
rezeki. Konon, daun dan buah pohon dewa ndaru ini kerap dijadikan sebagai benda
tuah bagi para peziarah yang mempercayainya. Jika daun dan buah pohon dewa
ndaru jatuh dengan sendirinya, maka ini merupakan pertanda baik bagi yang
berkesempatan mengambilnya.
Memang dunia pesugihan semacam ini sulit dinalar dengan logika.
Namun demikian, setiap orang memiliki kepercayaan masing-masing. Jika anda
yakin dan punya niat, silahkan mencoba, namun jika anda berkeyakinan lain, maka
jadikanlah informasi ini sebagai pengetahuan dan ambil hikmahnya. (ieL)

2 komentar