Berita Utusan

Advertise

Pesugihan Gunung Kawi Malang

Diposting oleh On Desember 30, 2016

Lokasi Gunung Kawi

Utusan Tulungagung - Ritual pesugihan di Gunung Kawi memang terkenal. Entah fakta atau tidak, yang pasti ritual pesugihan ini tengah banyak dilakukan oleh masyarakat. Tidak hanya dari Indonesia,  gunung yang berada di wilayah Malang, Jawa Timur, ini kerap kali didatangi para peziarah dari negara tetangga hanya untuk melakukan suatu laku dan ritual mencari pesugihan.

Gunung Kawi merupakan salah satu gunung berapi yang ada di Indonesia, tepatnya berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebagai salah satu tempat wisata andalan di Malang, gunung yang memiliki ketinggian lebih dari 2.500 meter dibawah permukaan laut tersebut memang cukup ramai dikunjungi masyarakat luas. Entah apa mereka hanya berniat sekedar berekreasi, atau memang untuk berziarah di makam yang terletak di obyek wisata tersebut. 

Konon, makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir salah satu wali di Indonesia. Menurut kabar yang beredar, wali tersebut terkenal dengan nama Eyang RM. Imam Sudjono dan Kyai Zakaria yang kemudian akrab disebut dengan Eyang Sujo dan Eyang Jugo.

Tak banyak sumber sejarah yang meriwayatkan kehidupan beliau, salah satu sumber sejarah yakni berupa buku yang ditulis oleh Soeryowidagdo mengungkapkan bahwa beliau berdua merupakan pengikut pangeran Diponegoro yang kemudian mengasingkan diri di wilayah Kawi akibat tertangkap dan diasingkannya Pangeran Diponegoro. Seiring dengan berjalannya waktu, kedua makam ini kemudian sering dikunjungi umat islam untuk sekedar berziarah. Namun selain itu, tidak sedikit pula dari mereka yang datang dengan niatan mencari pesugihan. Percaya atau tidak, inilah yang banyak dikatakan oleh masyarakat luas.

Pada hari-hari tertentu, seperti tiap 12 Suro dan hari Jumat legi yang diyakini sebagai hari dimana Eyang Jugo meninggal, atau dalam bahasa jawanya disebut “geblak”, akan terlihat banyak peziarah berdatangan, bahkan lebih ramai dari hari-hari biasanya. Sebab hari-hari tersebut dikenal sebagai waktu yang sakral untuk melakukan ritual-ritual tertentu.

Sebagaimana makam-makam keramat pada umumnya terdapat juru kunci yang biasa membimbing dan memberikan informasi bagi para pegunjung. Melalui juru kunci Inilah para pengunjung mengetahui bagaimana cara melakukan ritualnya.

Konon dalam ritual pesugihan terdapat banyak syarat dan ketentuan dengan konsekwensi keberhasilan maupun kegagalan. Pada umumnya ritual yang biasa dilakukan harus mempersembahkan sesaji berupa minyak jafaron, minyak misik, apel, kembang setaman, nasi kuning, apel jin, dan lain sebagainya. Bahkan para pelaku ritual yang ekstrim akan menyajikan ayam cemani, burung gagak berwarna hitam, dan sesuatu yang lain untuk mewujudkan keinginan mendapatkan pesugihan gunung kawi.

Selain itu, terdapat kepercayaan tentang keramatnya pohon yang berada di sekitar makam yang kerap disebut dengan pohon dewandaru. Dari pohon inilah yang kemudian diyakni memiliki fungsi sebagai penglaris dan mendatangkan rezeki. Konon, daun dan buah pohon dewa ndaru ini kerap dijadikan sebagai benda tuah bagi para peziarah yang mempercayainya. Jika daun dan buah pohon dewa ndaru jatuh dengan sendirinya, maka ini merupakan pertanda baik bagi yang berkesempatan mengambilnya.

Memang dunia pesugihan semacam ini sulit dinalar dengan logika. Namun demikian, setiap orang memiliki kepercayaan masing-masing. Jika anda yakin dan punya niat, silahkan mencoba, namun jika anda berkeyakinan lain, maka jadikanlah informasi ini sebagai pengetahuan dan ambil hikmahnya. (ieL)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.